SEJARAH YAMAHA RX KING
Sejarah Perjalanan RX-King sang raja jalanan pada masa kejayaannya sangat menarik untuk Anda ketahui. Namun, sebeumnya alangkah lebih baiknya jika anda mengetahui perbedaan motor 2 tak dan 4 tak serta apa saja kelebihannya agar lebih memahami tentang motor legendaris dengan ciri khas suara yang melengking.
Motor 2 tak ini sangat terkenal dengan sebutan “motor jambret”. Hal ini tak lepas dari banyak kasus kejahatan seperti halnya maling, jambret dan perampok yang pelakunya memakai RX King yang memiliki kecepatan di atas rata-rata motor pada era kejayaannya.
Motor ini sendiri sudah berhenti diproduksi, tepatnya tahun 2008 lalu. Alasannya adalah karena motor ini sudah tidak sesuai dengan standar emisi gas buang.
Motor RX Series generasi pertama yang mengawali sejarah perjalanan RX-king ini diluncurkan pada tahun 1977 dengan spesifikasi mesin 2 tak dan kubikasi hanya sebesar 100 cc saja. Sementara itu, untuk powernya mencapai 11,5 dk dengan tops speednya 110 km/ jam. Pada masanya motor ini sudah termasuk motor dengan kecepatan yang tinggi.
Motor RX Series generasi pertama yang mengawali sejarah perjalanan RX-king ini diluncurkan pada tahun 1977 dengan spesifikasi mesin 2 tak dan kubikasi hanya sebesar 100 cc saja. Sementara itu, untuk powernya mencapai 11,5 dk dengan tops speednya 110 km/ jam. Pada masanya motor ini sudah termasuk motor dengan kecepatan yang tinggi.
Generasi RX king yang satu ini sudah diupgrade dengan spesifikasi mesin 135 cc. Power maksimalnya adalah 17,5. Sedangkan top speednya bisa mencapai 150 km/ jam dan menjadi unggulan pada masa itu.
Motor ini sudah bisa digunakan untuk ngebut di jalan raya. Motor ini juga disebut sebagai CBU dari Jepang, karenanya dibekali kedok lampu. Di pasar Indonesia, RX-K hanya bertahan hingga 1983 saja.
Di tahun 1981, Yamaha meluncurkan RX-S dengan kubikasi sebesar 115 cc. Motor ini didatangkan langsung dari Jepang dan bertahan di pasaran Indonesia hingga tahun 1983.
Motor dari Yamaha ini merupakan upgrade dari RX-S. Untuk spesifikasi pada mesinnya masih sama seperti halnya yang digunakan pada RX-S.
Motor ini bisa disebut sebagai salah satu motor legendaris di Indonesia bahkan masih banyak dicari kolektor saat ini. Nama Cobra sendiri diambil dari bentuk setang dan tangkinya yang unik.
Berikut ini adalah spesifikasi dari RX-King Cobra yang satu ini : mesin 135 cc dengan power maksimal yang dimiliki mencapai 18,2 dk. Motor ini memiliki torsi 15,1 Nm pada 8.000 RPM.
jika dibandingkan dengan RX King, maka perbedaannya adalah pada panjang langkah silinder dimana RX Z mencapai 56×54 mm. Sedangkan pada motor Yamaha RX-King mencapai 58×50 mm


Tidak ada komentar:
Posting Komentar